Skip to main content

Fenomena alam: hujan darah, hujan ikan, hujan katak

Ass,
sobat, aku punya sedikit opini ato uneg-uneg dah soal fenomena yang lagi hanget di bahas di berbagai media. yang pertama hujan darah. aku setuju kalo hujan darah itu bagian dari tubuh alien, kemungkinan datangnya dari planet mars. trus hujan ikan menurutku sih itu kiriman dari kutub utara karena melemahnya gaya gravitasi di sana sehingga membuat isi laut melayang di udara, sementara itu bumi terus berputar sehingga pada saat berada di suatu tempat dimana gaya gravitasinya lebih besar maka isi laut tersebut akan jatuh. trus soal hujan katak....aku gak punya ide deh heheh...

semua komen aku itu adalah murni uneg-unegku. gak usah terlalu dupikirin ya coz aku asbun dan gak punya basic apa-apa soal itu. but apapun yang terjadi aku ingin semua menyadari loq segalanya adalah sedikit dari kekuasaan Allah. mungkin Allah ngasi peringatan agar kita semua sadar bahwa Allah is really ADA dengan segala kekuasaannya. thanks..

Comments

Popular posts from this blog

CRAZYBLOG Malem all, gimana kabar kalian semua? Tumben aku utak atik blog lagi ragara liat webnya temenku www.vikavilanti.com inget deh  ternyata ada blog yang udah lama aku tinggali ragara kesibukan di dunia kerja. Ooppss yaa terakhir kali aku banyak banget mostingin tentang lowongan kerja, yap! Tu karna aku juga lagi nyari kerjaan waktu itu. Teruuusss setelah dpt kerjaan blog ni ditinggalin gittuu? Hiks jahatnya aku. By the way saat ini aq kerja di sebuah bank terkemuka di Indonesia yang setengah sahamnya adalah milik pemerintah BRI doongss.... hhihihi behimana ceritanya aku hisa kerja di sini sementara basic edu nya bukan di sini #nah loch... Bingung? Gak usah bingung, pantengin ja blog ni setetusnya krna aku dah tobat mau nulis banyak setelah malam ni. Kebetulan aku ru plg kerja, capek dan laper, itu aja dulu besok disambung lagi,,, welcome back Diana! #Nulisnya pake tab ni jd agak belepotan

Cerbung

16.24 Aku menunduk lemas.. persendianku bagaikan 2 kutub magnet yang sejenis : tolak-menolak dan tak mau saling terkait;atau ibarat dua benda sejenis yang ber-adhesi ria: tak semestinya. Tak ada kekuatan untuk mempertahankan tubuhku dari tarikan gravitasi. “Bruuuk!!!”. Aku ambruk, jatuh ke lantai, tapi dokter Ida segera membangunkanku dan membantuku duduk di sofa maroon : warna kesukaanku. Seharusnya aku tidak perlu jatuh, atau lebih tepatnya aku seharusnya duduk di depan dokter Ida : di balik meja. Tapi hasil test laboratorium yang ditunjukkan padaku bagai stimulant dahsyat yang membuat kakiku refleks memberikan daya dan gaya pada tubuhku untuk berdiri tegap : walau hanya sekejap, persis saat refeks hammer menyentuh bagian patella . Tak ayal, selembar visum et repertum yang ada di tanganku melayang lemah gemulai: perlahan tapi pasti. Ingin rasanya aku segera meremas benda tak berdosa itu, benda yang dulu menjadi lambang kebanggaanku kini menjadi lambang kedukaan bagiku. Ingin ...